Seberapa dalam kamu mengenal Islam ???

blog informasi tentang hal-hal yang unik sekitar Islam

Blogger Templates by Blogcrowds

Hati hati ketika shalat dengan menggunakan celana panjang

Jumat, 13 November 2009

Umat islam begitu berfariatif dalam bidang keyakinan tentang fiqih salah satunya tentang pelaksanaan dalam ibadah shalat baik itu syarat atau pun rukun. Pada posting kali ini saya akan menyinggung masalah tentang pakaian yang di kenakan pada saat melasakan shalat. salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat dan untuk laki-laki harus menutup mulai dari lutut sampai pusar. Banyak orang-orang yang berpendapat soal ini dan lebih rinci saya akan menyinggung masalah “apa yang di pakai untuk menutupi aurat pada saat shalat”. Tuntutan jaman membuat orang-orang harus menemukan jalan termudah bagi pelaksanaan suatu kegiatan. Banyak dari umat Islam pada saat ini menggunakan celana panjang pada saat melaksakan ibadah shalat, ini bukan merupakan hal yang dilarang karena sudah memenuhi syarat shalat itu sendiri. Yang jadi masalah adalah jenis dan cara pemakai celana pada saat melakukan gerakan shalat.

Jika kita perhatikan di mesjid-mesjid sekitar kita. Kita sering melihat orang yang shalat ketika dia melakukan gerakan sujud sering terlihat bagian belakangnya, padahal daerah kulit itu masih merupakan bagian aurat yang harus ditutupi. Logikanya adalah jika aurat pada saat sujud tidak di tutupi segera makan sujudnya tidak sah, ketika sujudnya tidak sah berarti ada satu rukun yang hilang dan itu membuat shalat kita batal, jika shalatnya batal dia tidak di hitung melakukan ibadah shalat.

Saran saya adalah sebaiknya memakai celana dan baju yang kira-kira jika kita pakai pada saat melakukan gerakan shalat tidak membuat aurat kita terlihat atau kalau bisa kita membawa sarung di tas kita jika hendak bepergian, mungkin kita akan merasa risih atau menambah berat tas kita. Tapi kita harus berpikir sekali lagi kapan lagi kita memuliakan agama kita jika untuk shalat saja kita tidak bersaha dengan baik dan jika kita memuliakan agama kita Insya Alloh akan memuliakan kita.

Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Bagi anda yang ingin menyampaikan kritik dan saran langsung saja ketik di kolom komentar, saya sangat menunggu saan dan kritiknya

Jazakalloh……

Hati hati ketika shalat dengan menggunakan celana panjang

Minggu, 08 November 2009

Umat islam begitu berpariatif dalam bidang keyakinan tentang fiqih salah satunya tentang pelaksanaan dalam ibadah shalat baik itu syarat atau pun rukun. Pada posting kali ini saya akan menyinggung masalah tentang pakaian yang di kenakan pada saat melasakan shalat. salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat dan untuk laki-laki harus menutup mulai dari lutut sampai pusar. Banyak orang-orang yang berpendapat soal ini dan lebih rinci saya akan menyinggung masalah “apa yang di pakai untuk menutupi aurat pada saat shalat”. Tuntutan jaman membuat orang-orang harus menemukan jalan termudah bagi pelaksanaan suatu kegiatan. Banyak dari umat Islam pada saat ini menggunakan celana panjang pada saat melaksakan ibadah shalat, ini bukan merupakan hal yang dilarang karena sudah memenuhi syarat shalat itu sendiri. Yang jadi masalah adalah jenis dan cara pemakai celana pada saat melakukan gerakan shalat.

Jika kita perhatikan di mesjid-mesjid sekitar kita. Kita sering melihat orang yang shalat ketika dia melakukan gerakan sujud sering terlihat bagian belakangnya, padahal daerah kulit itu masih merupakan bagian aurat yang harus ditutupi. Logikanya adalah jika aurat pada saat sujud tidak di tutupi segera makan sujudnya tidak sah, ketika sujudnya tidak sah berarti ada satu rukun yang hilang dan itu membuat shalat kita batal, jika shalatnya batal dia tidak di hitung melakukan ibadah shalat.

Saran saya adalah sebaiknya memakai celana dan baju yang kira-kira jika kita pakai pada saat melakukan gerakan shalat tidak membuat aurat kita terlihat atau kalau bisa kita membawa sarung di tas kita jika hendak bepergian, mungkin kita akan merasa risih atau menambah berat tas kita. Tapi kita harus berpikir sekali lagi kapan lagi kita memuliakan agama kita jika untuk shalat saja kita tidak bersaha dengan baik dan jika kita memuliakan agama kita Insya Alloh akan memuliakan kita.

Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Bagi anda yang ingin menyampaikan kritik dan saran langsung saja ketik di kolom komentar, saya sangat menunggu saan dan kritiknya

Jazakalloh……

Serahkan semuanya kepada Alloh

Selasa, 03 November 2009
saya pernah mengalami kejadian luar biasa yang sangat menginspirasi saya dalam menjalankan hidup ini. kejadian itu terjadi sekitar setahun yang lalu. hari itu hari sabtu dimana setiap hari itu saya pulang kerumah ( anak kosan ). jarak dari kosan ke rumah lumayan jauh saya, harus dua kali ganti kendaraan umum. hari itu saya sangat beruntung karena pada pergantian kendaraan terakhir ada bus yang mau berangkat, biasanya saya naik angkot.
setelah masuk ke bus saya melihat kursinya masih pada kosong saya bermasuk untuk duduk agak didepan lalu saya berjalan sedikit kedepan ternyata masih ada yang kosong dan saya pun duduk di kolom kursi bagian kiri. setelah beberapa menit saya merasa kepanasan karena sinar matahari tetap mengenai kolom kursi di duduki, saya pun menoleh ke sebelah kanan saya melihat seorang akhwat yang sedang membaca Al Qur'an dengan suara pelan dan ter isak-isak mungkin dia sedang flu dan kursi kosong di sebelahnya. entah kenapa pada saat itu saya merasa harus berpindah ke kursi itu. pertama-tama saya merasa malu karena takut si akhwat tersebut berpikir negative tapi karena perasaan itu saya dengan sedikit nekad juga berpindah tempat duduk.
tak lama kemudian bus pun berjalan dan akhwat itu menutup Al Qur'annya. tak ada kejadian apapun selama beberapa menit itu, pembicaraan bermula ketika sang kondektur mulai menagih ongkos bus.
"ongkos-ongkos !!!"
"ini pak !" sambil menyodorkan uang
"kemana A ?"
"ke Ciheulang"
"ini pak !" sang akhwat menyodorkan uangnya
"ke mana teh ?"
"ke Ciheulang"
"ke Ciheulang juga ?" saya mulai bertanya kepada sang akhwat
"iya, kamu orang sana ?"
"iya teh"
"teteh juga ?"
"hmm..." menggelengkan kepala
" bla-bla -bla" pembicaraan panjang...

setelah beberapa lama kita mengobrol saya mendapat informasi bahwa dia bernama Nisa ( nama panggilannya). teh Nisa adalah seorang mahasiswi PTN di bandung asal Garut yang baru lulus dan hari itu ia sedang mencari rumah salah satu dosen untuk mendapatkan tanda tangan untuk skripsinya dan ia juga ingin mendapatkan arahan-arahan dari dosen tersebut dan dosen yang ia cari merupakan kepala sekolah SMA yang terletak berdekatan dengan dengan tempat tinggal saya sekitar 150 meter jaraknya dari rumah saya serta rumahnya masih berada dilingkungan sekolah tersebut.
hal yang lucunya adalah ketika saya menanyakan kepada sang akhwat apakah dia tahu di mana letak rumah dosen tersebut, ternyata dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum dengan manisnya dan berkata " dulu pernah satu kali ke rumah dosen itu dan sekarang udah lupa, tapi saya yakin naik bus ini". saya berpikir bahwa teh Nisa ini hanya bercanda karena di wajahnya saya melihat bahwa ada keyakinan bahwa dia akan sampai ke tujuannya. oleh karena itu juga, saya tidak bicara bahwa saya akan mengantarnya.
tak terasa kami sudah dekat dengan desa Ciheulang. tak lama kemudian saya pun berdiri dan mendekati pintu bus
"mau kemana ?" tanya teh Nisa
"mau turun teh"
"ooo..."
setelah dekat dengan pintu bus saya pun menoleh ke belakang. dalam hati saya bertanya kenapa dia tidak ikut berdiri padahal tujuan kita sama.
"teh mau kemana ?" saya berteriak
"ke rumah dosen itu." berteriak juga
di sana saya terkejut, ternyata dia benar-benar tidak tahu letak rumah dosen tersebut. saya hanya bisa menggelengkan kepala.
"di sini !!!"
"beneran di sini ?"
"iya, ayo turun !!!"
"KIRI MANG !!!"
setelah turun dari bus saya beniat untuk mengantarkannya langsung ke rumah dosen yang ia tuju agar tidak tersesat. di perjalanan dia terkagum-kagum dengan pemandangan yang ada di sekitar jalan, pada saat itu kita melalui daerah persawahan yang sedang di airi dan ada sekumpulan bebek yang sedang mencari makan. dan sampailah kami di rumah dosen tersebut, dan kita pun berpisah.
pelajaran yang saya petik dari pengalaman itu adalah tentang pasrah atau menyerahkan diri kita seutuhnya kepada Alloh. mungkin teh Nisa berpikir bahwa Alloh akan mengantarkannya kepada tujuannya dan Alloh mengirimkan saya sebagai syare'at sampainya teh Nisa di tujuan. benar-benar kejadian yang luar biasa yang pernah saya alami sendiri dan itu semua sangat menginspirasi saya agar tetap pasrah dan percaya bahwa Alloh akan memberikan jalan yang terbaik bagi kita...
semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan terima kasih buat teh Nisa atas pengalamannya semoga kita dapat berjumpa lagi.. Amin